Pages

Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

CINTA BAGAI MAWAR

Karena Aku Bukan Perempuan Biasa Termangu, kata seolah terkunci mati tak terucapkan, hanya tatap yang tersisa... nanar.... tak bisa menatap pasti... ada segumpal rasa haru menyesak disini.. didada ini....... Hari itu kusaksikan lagi seorang perempuan perkasa, pengarung hidup penuh cabik dan luka, namun anehnya, dia tersenyum, cantik, teramat cantik, yang aku sendiri tak berani membayangkan masih sanggup tersenyum tulus di sela duka-derita yang menderanya selama pernikahannya. Subhanallah, apa lagi skenario yang Allah hibahkan kepadaku, melalui perjumpaan dengan dia? Sungguh tanda tanya besar, maha besar... "Menurut logika akal sehat, semestinya aku sudah mati bertahun lampau teh, atau paling tidak, setengah gila, dihadapkan pada perkawinan semacam ini." Ya, bagaimana tidak, dia menaruh harapan teramat banyak pada suaminya, tatkala menikah dengannya. Manusia kelas atas, level ustad, tentu tidak salah dia memiliki angan-angan perkawinan yang sempurna, mendekati sempurna. Tapi ternyata hanya asa semu semata yang terpampang di hadapannya, pahit sepahit empedu, karena perlakuan suami yang tidak bisa bersikap adil terhadapnya sebagai istri kedua.

Sabtu, 11 Desember 2010

SEBUAH BAGIAN YANG MULAI HILANG

Kehadiran sebuah kisah dalam hidup membawa bermacam pengaruh dlm bersikap,
Berawal dari berbagai keinginan dan tujuan,menciptakan manusia2 baru yg lebih mendominasi pemikiran lebih maju.
Fenomena ini membawa perkembangan yg memicu manusia menjadi bagian dari individu yg egois.
Kesalahan dan kebenaran dlm segala masalah yang ada,terkadang membuat manusia terlupa akan suatu kewajiban.yg tak memiliki batas ,sukar untuk di telusiri dgn jujur,terlupakah kita akan suatu kenyataan?bahwa
hidup ini mempunyai kemuliaan dgn memberikan sebagian kemampuan yg telah dikaruniakan oleh sang
Pencipta untuk kita……,

Selasa, 11 Mei 2010

AKHIRAT


Allah menggambarkan sifat sementara dunia ini dalam banyak ayat Al Qur'an dan menegaskan bahwa tempat tinggal manusia yang sebenarnya adalah di akhirat. Manusia yang diuji di dunia ini suatu hari akan diambil melalui kematian, sehingga memulai kehidupan barunya di akhirat. Inilah hidup tanpa akhir. Di kehidupan yang abadi, jiwa manusia tidak akan hilang. Allah menciptakan nikmat yang tak terhingga di dunia ini. Dia menciptakan kehidupan di dunia ini untuk melihat bagaimana kita berbuat untuk mensyukuri nikmat yang kita peroleh. Sebagai pahala atau siksa, Allah juga menciptakan surga dan neraka.

Allah memberi tahu kita bagaimana seseorang diberi balasan di akhirat, di hadapan Allah:

Sabtu, 08 Mei 2010

KEMATIAN


Ada orang yang menganggap bahwa kematian adalah akhir segalanya. Padahal, kematian hanyalah jembatan antara kehidupan di dunia dengan hidup di akhirat. Kematian seolah pintu gerbang kehidupan setelah mati.

Di seberang pintu gerbang ini, yaitu kehidupan di akhirat, kita akan memasuki surga atau neraka tergantung pada iman kita yang murni pada keesaan Allah dan ridha Allah atas amal perbuatan kita di dunia ini.

Senin, 22 Februari 2010

KAMU, DIA DAN PANAS

(tentang sebuah perbedaan)

Begini.....
hari ini aku mengunjungi mu, mau kah kau duduk disamping ku...?
aku punya cerita tentang dirimu dan dia (seseorang yang kamu kenal baik)....!!!

karena aku teman mu maka aku akan berkata jujur tentang mu dan dia...
jangan menyela selama aku bercerita....ketika mulut ku terkunci, habis kata ku jamu pada mu...
sampaikan lah kehendak mu.....maka aku akan pulang pada senja yang kini mengejar ku....

dia...selalu tersenyum pada surya yang hampir membakar kulit nya...dia menikmati...merasakan cahaya yang menyentuh kulit dan tak henti mengharap pertemuannya dengan sang penjaga siang....hanya sebatas itu keinginannya.....

Senin, 26 Oktober 2009

A.K.U


Ku terlahir sebagai bocah lucu yang selalu membuat kedua orang tuaku tersenyum bahagia melihat tingkah polosku.
Semua kenakalanku mereka anggap prosesku mengenal dunia dengan caraku.
Setiap kesalahan mereka biarkan terjadi sehingga ku tau satu kebenaran.


Tahun berganti tahun…sampai ketika tubuh ini tak layak lagi disebut anak-anak, kenakalan dan kesalahan itu terus saja ku lakukan dan mereka masih membiarkannya terjadi ….sehingga ku tau tentang setiap kebenaran dari tiap-tiap kesalahan yang ku lakukan.
Namun mereka masih menganggap ku anak kecil yang butuh bimbingan.
Tubuh yang telah bertumbuh sempurna ini menyimpan begitu banyak gejolak.
Hasrat yang hanya sekedar ingin tau…ingin mencoba…ingin merasakan…1000 keinginan yang terus mendorongku keluar batas kesadaranku.
Kali ini kedua orang tua ku tak lagi tinggal diam….aroma kenakalan yang polos itu mereka nilai syarat dengan pemberontakan..
 
 

Blogger