Pages

Kamis, 02 Februari 2012

CINTA BAGAI MAWAR

Karena Aku Bukan Perempuan Biasa Termangu, kata seolah terkunci mati tak terucapkan, hanya tatap yang tersisa... nanar.... tak bisa menatap pasti... ada segumpal rasa haru menyesak disini.. didada ini....... Hari itu kusaksikan lagi seorang perempuan perkasa, pengarung hidup penuh cabik dan luka, namun anehnya, dia tersenyum, cantik, teramat cantik, yang aku sendiri tak berani membayangkan masih sanggup tersenyum tulus di sela duka-derita yang menderanya selama pernikahannya. Subhanallah, apa lagi skenario yang Allah hibahkan kepadaku, melalui perjumpaan dengan dia? Sungguh tanda tanya besar, maha besar... "Menurut logika akal sehat, semestinya aku sudah mati bertahun lampau teh, atau paling tidak, setengah gila, dihadapkan pada perkawinan semacam ini." Ya, bagaimana tidak, dia menaruh harapan teramat banyak pada suaminya, tatkala menikah dengannya. Manusia kelas atas, level ustad, tentu tidak salah dia memiliki angan-angan perkawinan yang sempurna, mendekati sempurna. Tapi ternyata hanya asa semu semata yang terpampang di hadapannya, pahit sepahit empedu, karena perlakuan suami yang tidak bisa bersikap adil terhadapnya sebagai istri kedua.

Sabtu, 28 Januari 2012

SEMUA KARENA ALLAH

   Segala Perasaan itu Indah Jika.. Cinta itu indah.. Jika cinta itu kerana ALLAH.. kerana cinta itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada sesiapa sahaja yang kamu cintai.. Rindu itu indah… Jika rindu itu kerana ALLAH… kerana rindu itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada sesiapa sahaja yang kamu rindui….

   Kegembiraan itu indah.. Jika gembira itu kerana ALLAH… kerana gembira itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu gembira… Sedih itu indah.. Jika sedih itu kerana ALLAH.. kerana sedih itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu sedih… 

   Bosan itu indah.. Jika bosan itu kerana ALLAH.. kerana bosan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang kamu bosankan… Kesibukan itu indah.. Jika sibuk itu kerana ALLAH.. kerana kesibukan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang kamu sibukkan… 

Selasa, 17 Januari 2012

RUKUN ISLAM

    Kebijaksanaan Allah S.W.T Dalam Rukun Islam Jika diteliti kelima-lima rukun Islam hanya memerlukan sekali dalam setiap rukun untuk dilaksanakan dan jelas menunjukkan perancangan dan kebijaksanaan Allah s.w.t. dalam menetapkan rukun Islam yang lima.
    Kita lihat satu per satu rukun Islam yang mesti dituruti oleh hamba Allah yang mengaku sebagai seorang beragama Islam.
    1.  Mengucap Dua Kalimah Syahadah Kita mengaku Allah itu yang kita sembah dan Nabi Muhammad itu pesuruhNya. Sesaat pun kita tidak boleh menduakan Allah. Jika ia berlaku maka gugurlah akidah kita. SETIAP SAAT!
    2.  Solat 5 Waktu Sehari Semalam Rukun Islam yang kedua adalah melaksanakan solat wajib lima hari sehari. Malam dan siang mengikut jadualnya. Melalui ibadah ini kita mengingati Allah, berdoa kepadanya dan memperbaharui akidah mengikut jadual. Lima kali sehari. SETIAP HARI!


Kamis, 12 Januari 2012

MENGUKUR AID BERSAMA

Kebersamaan kadang tidak selamanya seperti rumput. Selalu setara, sewarna, dan segerak. Ada saja kekurangan di antara sesama mukmin. Karena umumnya manusia memang tidak bisa luput dari aib.

Tak ada gading yang tak retak. Itulah ungkapan sederhana yang memuat makna begitu dalam. Sebuah pengakuan bahwa setiap manusia punya kelemahan dan kekurangan.

Siapa pun kita, selalu ada ‘cacat’. Ada ‘cacat’ berupa ketidaksempurnaan fisik: rupa, penampilan, dan sebagainya. Ada juga ‘cacat’ berupa kelalaian ketika pertarungan antara nafsu dan akal berakhir negatif. Nafsulah yang akhirnya membuat keputusan. Saat itulah, seorang anak manusia melakukan kesalahan. Seperti itu pulakah yang terjadi dengan seorang mukmin?

Senin, 09 Januari 2012

Tentramnya Iman Kita

   Seseorang akan merasakan tentram imannya bermula manakala di dalam hatinya terdapat rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya, manisnya akan semakin dirasakan bila seseorang berusaha untuk senantiasa menyempurnakan cintanya kepada Allah, memperbanyak cabang-cabangnya (amalan yang dicintai Allah swt.) dan menangkis hal-hal yang bertentangan dengan kecintaan Allah swt.

   Apa buktinya bila seseorang telah merasakan tentram Imannya?

Buktinya, ia akan selalu mengutamakan kecintaanya kepada Allah daripada mementingkan kesenangan dan kemegahan dunia, seperti bersenang-senang dengan keluarga, lebih senang tinggal di rumah ketimbang merespon seruan dakwah dan asyik dengan bisnisnya tanpa ada kontribusi sedikitpun terhadap kegiatan jihad di jalan Allah swt. Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Taubah : 24

Jumat, 30 Desember 2011

10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru

Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Simak dalam bahasan singkat berikut.
Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh

Kamis, 01 Desember 2011

Membangun Keshalehan Personal dan Sosial

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj: 77)
Ayat ini merupakan ayat kedua terakhir dari surah yang unik dan istimewa, surah al-Hajj. Dikatakan surah yang unik karena sebagian ulama tafsir menggolongkan surah ini ke dalam kategori surah Makkiyah, namun sebagian yang lain justru sebaliknya menggolongkannya ke dalam kategori surah Madaniyah. Surah ini juga unik karena di dalamnya ada dua ayat sajdah, yaitu ayat 18 dan ayat ini seperti yang di pahami dari sebuah riwayat dari Uqbah bin Amir:
”Keutamaan surah al-Hajj karena terdapat dua ayat sajdah padanya. Barangsiapa yang tidak bersujud pada keduanya, janganlah ia membaca surah ini.” (HR. at-Tarmidzi dan Abu Dawud)

Ayat ini menggambarkan secara ringkas manhaj Allah SWT untuk manusia dan beban taklif bagi mereka agar mendapatkan keselamatan dan kemenangan. Ia di awali dengan perintah untuk rukuk dan sujud yang merupakan gambaran gerakan shalat yang tampak dan jelas, dilanjutkan dengan perintah untuk beribadah secara umum yang meliputi segala gerakan, amal dan pikiran yang di tujukan hanya kepada Allah SWT sehingga segala aktivitas manusia bisa beralih menjadi ibadah bila hati ditujukan hanya kepada Allah SWT bahkan Kenikmatan-kenikmatan dari kelezatan hidup dunia yang dirasakannya dapat bernilai ibadah yang di tulis sebagai pahala amal baik .

 
 

Blogger