Pages

Minggu, 13 Desember 2009

KAMI BERTEMAN ( II )

“Suit….suit….suit…!!”, Salah seorang temanku bersuit dan yang lainnya tertawa. Ya , temanku yang satu ini kehidupannya sangat-sangat standar untuk ukuran aparat penegak hukum. Dia potret aparatur Negara yang jauh dari kata sejahtera karena memilih untuk jujur dalam menjalan kan tugas nya, sederhana dalam hidupnya. Uh kemanakah uang Negara ini hingga sulit menggaji mereka dengan layak?? Sementara itu para koruptor di Negara ini bisa seenaknya menikmati uang yang bukan hak mereka. Padahal orang-orang seperti ini lah yang melayani mereka setiap hari. Menjaga keadaan agar tetap aman agar leluasa melakukan transaksi bisnisnya , memperluas jaringan bahkan untuk beribadah dan liburan . Terkadang aku kawatir kehilangan sosok sederhana dan jujur seperti dia karena himpitan ekonomi. Kesederhanaan, kecerian dan tubuh tegap itu selalu membuat kami tertawa dan merasa dilindungi.
Sedangkan kelembutan dan sifat keibuan dari sang guru membuat kami rindu berkeluh kesah dengannya.
Kami memanggil nya dengan sebutan ‘bunda’. Dia selalu pandai menenangkan disaat adu argumen membuat kami semua terpancing secara emosi. Dia selalu merespon setiap permasalahan dengan naluri keibuannya. Dia tidak hanya menjadi pembimbing bagi murid-muridnya tapi juga bagi kami teman-temannya yang labil ini.
Si sekretaris berjalan melenggok bak peragawati professional mendekati si perawat lalu duduk disampingnya.
“ jeng, kemaren aku check up ke tempat kamu loh. Mmm…. Seragam kamu itu kan warnanya putih yang berarti suci dan bersih, tapi kok berbeda dengan WC disana ya. Kotor , bau , jorok pokoknya lengkap deh. Mana perawatnya pada cemberut lagi. Padahalkan senyum kalian bisa mempercepat kesembuhan pasien”

Si perawat cantik yang asyik dengan HP nya tersenyum lebar …….dan berkata….
“ hmmm……ni senyumnya…..gimana?? berkurang ga sakit mu??”

Lagi-lagi obrolan 2 wanita cantik ini membuat kami tertawa. Biasanya yang mereka debatkan masalah laki-laki, kosmetik, salon, tas, dan baju- baju yang lagi ngetrend.

Kemudian si perawat berkata lagi…
“ jeng….kamu ga baca tulisan di pintu masuk WC? Jagalah kebersihan, jangan buang sampah atau pembalut ke toilet, sudah buang air besar atau kecil harap di siram. Tapi itu semua tidak di perdulikan orang-orang yang menggunakan WC!! Mereka menganggap itu tugas dan tanggung jawab si cleaning service dan bukan urusan mereka. Kebersihan itu tanggung jawab bersama , si petugas dan si pemakai fasilitas. Dimana pun tempatnya. Mereka pekerja dilevel bawah yang bersentuhan dengan kotoran yang kita buang, lalu bukan berarti kita bisa bersikap seenaknya. Mereka Cuma pekerja sama sepert kita. Hanya tempat dan bidang nya saja yang berbeda. Kalau kamu menghargai dan respect dengan pekerjaan mereka tentunya kamu juga bersedia ikut andil , minimal untuk menjaga kebersihan dan membantu meringankan tugas mereka dengan menjalankan aturan yang tertulis di pintu masuk itu. Simple kan??
Kalau kamu ingin melihat kami tersenyum manis, bertingkah lah dewasa saat di periksa. Kami tahu kamu sakit dan berusaha membantu proses penyembuhan mu. Bekerjasama lah dengan kami, kalau di periksa mbok ya nurut, jangan merengek dan manja. Berilah kami kesempatan menjalankan tugas kami. Kalaupun ada yang tidak tersenyum mereka manusia biasa jeng, terkadang masalah membuat kami sulit tersenyum. Tapi percayalah kami tulus melayani kalian walaupun senyum itu terlewatkan. Satu lagi, obat yang dianjurkan jangan lupa di makan jangan di buang, paham bu!!”
Si sekretaris terdiam, sementara kami semua tersenyum teringat kebiasaanya yang sering berobat tapi hobby membuang obatnya dengan alasan pahit.
Si sekretaris terpaku dengan tatapan kosong dengan muka memerah menahan malu . ia teringat ketika ia merengek menolak diperiksa oleh seorang perawat laki-laki padahal ia di ruang emergency akibat kecelakaan.
Melihat suasana yang kurang kondusif ……………………………… …(tunggu sambungan cerita selanjutnya…..!!.....)

20 komentar:

gajah_pesing mengatakan...

tapi kenapa gak di poto perawat cantiknya? hiks...

bhogey mengatakan...

cerita bersambung ni mas,hehehe,,
baca dulu ah

Cak Win mengatakan...

Wah bikin penasaran aja, jadi pengen tau kelanjutanya :D

Cak Win mengatakan...

Pertamaxxxxxxxxxxxxxxxzzzzzzzzz
:D

ndop mengatakan...

blognya ini rata tengah to mas??

otomatis apa memang dibuat rata tengah?? wekekekke....

suwung mengatakan...

yah bersambung

Pencarian Puisi mengatakan...

Yeh...kok ceritanya sepotong kan kacian pembaca ngegantung nih. eh emang bener banyak saudara2 kita yang kurang disiplin, sepertinya di negeri ini sangat sedikit toilet yang bener-bener bersih

Didien® mengatakan...

ini sambungannya yg "kami berteman I" ya kang?
pakabar kang?


salam, ^_^

Caride™ mengatakan...

kunjangan sore sekalian silaturrahmi...
ceritanya bersambung lagi tapinya...

d-Gadget™ mengatakan...

karena ceritanya bersambung lagi..komennya bersambung juga deh...heuheu

suwung mengatakan...

yah bersambung

ivan mengatakan...

salam kenal juga . makasih udah berkunjung :)

xitalho mengatakan...

sambung teruuus..... top markotop dah...

itempoeti mengatakan...

seandainya pembicaraan kedua orang perempuan itu terekam dalam gambar tentu akan lebih menarik...
bukan begitu???
wakakakakakak...

Frenavit Putra mengatakan...

Wohoho... ceritanya suip.. manteb.. dan membuat penasaran pengen tau kelanjutanya.. hehehe...

arifudin mengatakan...

wah jadi penasaran dengan cerita selanjutnya mas ;)

'hani' siti rachmani mengatakan...

makasih, blog hani masuk daftar link teman =)

ditunggu kelanjutannya ya

(cozy)

annosmile mengatakan...

kok pake acara bersambung...

gajah_pesing mengatakan...

lo? sambungannya belum ada toh?

andtheree mengatakan...

ditunggu lanjutannya Mas..

 
 

Blogger