Pages

Jumat, 15 Januari 2010

KAMI BERTEMAN (V)


Semakin malam semakin seru obrolan kami. Topik pembicaraan semakin hot . Dua lelaki ini sibuk memperhatikan pengunjung mall ini yang mencuri perhatian mereka. Terutama wanita-wanita seksi. Terkadang sulit dimengerti jalan pikiran mereka. Sulit membedakan antara tertarik , tergoda atau tidak suka. Mengkritik tapi tatapan nakal jelas terlihat dimata mereka.
Guru : ‘ kalau mengundang ya jangan dilihat dong pak. Kok malah di pelototin..’
Polisi :’ ini masalahnya sudah didepan mata bun, tidak bisa mengelak lagi’
Maketing : ‘sayang bun kalau dilewatkan. Lihat lah tubuh – tubuh indah itu terbungkus baju seadanya memamerkan setiap lekuk tubuh dan kulit mulus mereka. Lelaki mana yang rela memejamkan mata memalingkan muka…ya nggak bro..’
Si polisi mengangguk-angguk mengiyakan omongan si marketing. Si perawat menyantap makan malam nya tak peduli dengan apa yang dibahas ketiga orang tersebut. Si sekretaris menenggelamkan dirinya dengan aktivitas ber facebook ria , padahal ia paham betul apa yg mereka bicarakan saat ini. Tapi ia seolah menulikan telinganya. Karena baginya berpakaian seksi itu hanya sebuah pilihan gaya fashion yang sah – sah saja asal tidak terlalu vulgar dan tahu kapan dan dimana memakainya. Dan dia termasuk perempuan yang senang berpakaian seksi.

Guru : ‘ nah jelas sekali kan sebenarnya kaum lelaki itu lemah. Lagi – lagi kalian menyalahkan wanita yang berpakaian seksi. Jikalau iman kalian kuat tentunya pemandangan seperti itu bukan masalah. Dari segi etika dan agama memang kurang baik seorang perempuan berpakaian minim di tempat umum seperti ini. Sudah selayaknya seorang perempuan melindungi martabat nya dengan cara berpakaiannya yg sopan. Tapi sekali lagi kembali ke pribadi nya masing-masing. Kalian para lelaki tinggal menyesuaikan diri dengan kondisi seperti ini. Jika melihat hal seperti ini bagaimana caranya agar tidak timbul pikiran nakal apalagi sampai terbersit melakukan tindakan pelecehan. kontrol diri kalian dan gunakan akal sehat agar tak terpancing oleh nafsu.’
Si sekretaris tersenyum mendengar omongan si guru.
Sekretaris ; ‘setuju bun…..!!’
Marketing : ‘ ya kamu pasti setuju jeng. Lah wong ke kantor ajah pakaian mu seksi banget kok.
Duuh ..kalau aku yang jadi bos mu pasti betah aku seharian didekatmu.’
Nah giliran si polisi yang tersenyum simpul seolah tersadar bahwa ada mahluk yang berjenis kelamin perempuan di kelompok ini yang penampilan nya selalu seksi. Nggak di kantor, di rumah, di mall pokoknya kemana saja dia pergi selalu mengundang sorot mata nakal lelaki.

Sekretaris : ‘ syirik. Sebenarnya kalian berdua mengagumi aku kan. Selama ini kalian tidak pernah protes dengan penampilan ku.’
Polisi : ‘ kami tidak protes dengan penampilan mu yang seksi artinya kami setuju atau menikmati …bukan begitu jeng. Kami masih menjaga perasaan mu. Sesekali kami menyindir mu juga kamu tidak menanggapinya. Kami juga berharap dua wanita ini bisa mengingatkanmu. Tapi sepertinya kita melewatkan bagian ini.’

Guru : ‘ mungkin ini saat yang tepat kami mengingatkan mu jeng. Coba kamu ingat kembali semua kejadian yang menimpa mu dikantor. Saya masih ingat kamu pernah mengeluhkan temen-temen lelaki di kantor mu yang sering menggoda mu. Apa yang membuat mereka bersikap demikian? Sumbernya ada pada dirimu. mungkin dari sikap dan perilakumu di kantor , mungkin juga dari ucapan mu dan cara berpakaian mu. Kalau soal attitude kami semua yakin kamu orang yang pandai membawa diri. Cara berpakaian mu yang harus di perbaiki jeng.’

Si sekretaris merasa saat ini gilirannya ‘ditelanjangi’ oleh teman-temannya. dia berusaha tenang menanggapi percakapan ini. Tapi dia juga merasa harus membela diri.
“sebenarnya mau dihabiskan sekarang tapi maaf kasih bacanya kepanjangan saudaraku semua”.!!!

17 komentar:

arifudin mengatakan...

wow... cerita yang menarik mas... ;) ditunggu kelanjutannya ;)

Anonim mengatakan...

yaaah.....bersambung lagi...
mas...mana pto si sekretaris...penasaran eui.
ini pto si marketing ya..??

soewoeng mengatakan...

wakakaka semua bermula dari pakaian ya?

riFFrizz mengatakan...

hmm, bagus juga ceritanya

Ahmad Ramadani mengatakan...

foto2 cewenya donk sob. he.he.

Pradna mengatakan...

wahaha...akhirnya malah pada minta foto sang secretary :D

(dikirim ke email saya saja, kang) (langsung_disetrum)

anurogo mengatakan...

teryata menghargai orang lain itu sangat perlu

xitalho mengatakan...

Lewat sebenar.. mampir. ikutan nguping ibu2 pada ngerumpiin pakaian seksi...hehehehe

Pingin Ngeblog mengatakan...

Mana yang seksi.. manaaa?? hihihi....

Melihat orang berpakaian seksi itu sbenarnya berkah atau musibah sech...??

Seno mengatakan...

Hmmm... kayaknya kalo dibukukan seru juga nih sob.

nurrahman mengatakan...

ini kayak tulisan serial tg pertemanan yah, judunya pake kata teman semua...sampe seri berapa nih?

Ongki mengatakan...

hmmm, kalau lihat cewek pakai baju seksi, mestilah, secara tidak langsung kita merasa tertarik.. hehe

annosmile mengatakan...

foto cewek seksinya mana?
*ngarep*

zooro mengatakan...

wah seru boss... wkwkwkwkw

Lina mengatakan...

ceritanya menarik, dengan dialog yang ngalir pun sarat makna.
salam kenal,

julie mengatakan...

waduh udah bagian kelima
ke belakang dulu baca yang awaaaal

gajah_pesing mengatakan...

selamat berteman

 
 

Blogger